#SIP A. Data Base
SEJARAH
Sejak zaman dulu, basis data sudah menjadi fokus yang utama pada aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu computer) pada tahun 1973.
Sejak zaman dulu, basis data sudah menjadi fokus yang utama pada aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu computer) pada tahun 1973.
Menurut sejarah,
system pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual
dan system pemrosesan berkas. System pemrosesan manual (Berbasis kertas)
merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang
disimpan pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas
tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. System pemrosesan berkas merupakan
system komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara
terpisah. Perancangan system ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna,
bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data
sendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas
lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.
Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).
Pada akhir 1960, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan system operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih 'Hebat' dan lebih 'Canggih' daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.
Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah Database SQL yang disebut OS/2 Database Manager, OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 , sebuah Database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe. OS/2 Database manager juga akan menyertakan SNA (System Network Architecture) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari SSA (System Application Architecture)-nya. IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang. Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?
Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).
Pada akhir 1960, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan system operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih 'Hebat' dan lebih 'Canggih' daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.
Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah Database SQL yang disebut OS/2 Database Manager, OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 , sebuah Database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe. OS/2 Database manager juga akan menyertakan SNA (System Network Architecture) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari SSA (System Application Architecture)-nya. IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang. Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?
Hal inilah yang
membuat Microsoft segera mencari solusi sendiri. Pada tahun 1986,
Microsoft sudah menghasilkan 197 JutaUS$ per tahun,
dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft
telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis softwarenya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya
terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi
Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri
komputer. Manajemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada
masa itu, User biasanya hanya menggunaka LOTUS 1-2-3
untuk menyimpan data. Produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat
populer setelah diluncurkan, Selanjutnya Anca Software merilis Paradox dan
Micro Rim dengan prouk RBase-nya. Pada tahun 1986
tersebut, Microsoft belum mempunyai produk manajemen Database sendiri. (Tetapi
pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar
biasa dari produk manajemen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan
Microsoft FoxPro).
Tetapi IBM
Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox atau RBase. Produk IBM
ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query
processor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan "Transactions", hampir
sama dengan Database Server yang berjalan diatas Minicomputer dan mainframe,
seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk DBMS
(Database Management System) sekaliber ini dan membutuhkannya segera!
Microsoft
berpaling kepada Sybase, Inc. Sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang
sedang 'Naik daun', yang merilis produk Data Server-nya pada bulan mei 1987 untuk Sun Microssystem yang berjalan diatas UNIX. Data
Server mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored
Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu:
Client/Server.
Setelah itu
zaman ke zaman selalu ada pembaruan tentang Database ini.
KOMPONEN
BASIS DATA

Data berasal dari bahasa latin yaitu datum, yang berarti item informasi. jika lebih dari satu datum (jamak) maka disebut dengan data. jadi dapat disimpulkan data adalah bentuk jamak dari datum.
Data berasal dari bahasa latin yaitu datum, yang berarti item informasi. jika lebih dari satu datum (jamak) maka disebut dengan data. jadi dapat disimpulkan data adalah bentuk jamak dari datum.
Database ( Basis
Data ) Merupakan Kumpulan dari suatu data yang tersimpan dan saling berhubungan
satu sama lain tersimpan dalam suatu komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
Penerapan
database dalam suatu informasi disebut dengan datebase System.
Suatu data didefinisikan sebagai kumpulan data yang disatukan didalam suatu organisasi. Organisasi tersebut data dikatakan sebagai company, bank sekolah - sekolah, universitas - universitas dan lain - lain. Maksudnya database digunakan untuk menyimpan semua data yang diinginkan pada suatu lokasi tertentu. sehingga suatu data dalam organisasi tersebut dapat dieleminasi.
Suatu data didefinisikan sebagai kumpulan data yang disatukan didalam suatu organisasi. Organisasi tersebut data dikatakan sebagai company, bank sekolah - sekolah, universitas - universitas dan lain - lain. Maksudnya database digunakan untuk menyimpan semua data yang diinginkan pada suatu lokasi tertentu. sehingga suatu data dalam organisasi tersebut dapat dieleminasi.
Data perlu
disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. data didalam basis data supaya
dirganisasikan sedemikian rupa, sehingga membentuk informasi yang lebih
berkualitas.
KOMPONEN BASIS DATA
komponen didalam basis data ada 4 yang
mendominasi, :
a.
Data
Ciri-ciri
data didalam database :
Ø Data disimpan secara terintegrasi (integrated) :
Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi
yang berbeda, yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap
(redundant)
Ø Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared) :
Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang
bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
b.
Hardware (
Perangkat Keras )
Terdiri
dari semua perangkat keras koputer sebagai pengolahan database tersebut :
Peralatan untuk menyimpan data base , yaitu second storage (Harddisk, CD, disket, flashdisk dll)
Peralatan untuk menyimpan data base , yaitu second storage (Harddisk, CD, disket, flashdisk dll)
c.
Software (
Perangkat Lunak )
Berfungsi
sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data physik pada database.
Software pada sistem database dapat berupa:
DBMS ( Database Management System ), Menangani akses dalam database, sehingga proses tidak terlalu memikirkan penyimpanan dan pengolahan yang terlalu detail.
DBMS ( Database Management System ), Menangani akses dalam database, sehingga proses tidak terlalu memikirkan penyimpanan dan pengolahan yang terlalu detail.
d.
User
Terbagi
menjadi 4 klasifikasi :
Ø Sistem Engineer
Yaitu tenaga ahli yang
bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data dan
juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut
kepada pihak penjual.
juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut
kepada pihak penjual.
Ø Database Administrator (DBA), orang/tim yang bertugas
mengelola system database secara keseluruhan.
Ø Programmer, orang/tim membuat program aplikasi yang
mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman
Ø End user, orang yang mengakases database melalui
terminal dengan menggunakan
query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.
query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.
STRUKTUR-STRUKTUR DATABASE :
Model Hirarkis
Model data
hirarkis mengatur data dalam struktur pohon. Ada hirarki segmen orang tua dan
anak data. Struktur ini menunjukkan bahwa merekam dapat memiliki informasi
berulang, umumnya di segmen anak data. Data dalam serangkaian catatan, yang
memiliki seperangkat nilai-nilai field yang melekat padanya. Ia mengumpulkan
semua contoh dari sebuah catatan khusus bersama sebagai tipe record. Ini jenis
catatan adalah setara tabel dalam model relasional, dan dengan catatan
masing-masing menjadi setara dengan baris. Sebagai contoh, sebuah organisasi
mungkin menyimpan informasi tentang seorang karyawan, seperti nama, nomor
pegawai, departemen, gaji. Organisasi mungkin juga menyimpan informasi tentang
anak-anak karyawan, seperti nama dan tanggal lahir. Karyawan dan data anak-anak
bentuk hirarki, dimana data karyawan merupakan segmen induk dan data anak-anak
merupakan segmen anak. Jika seorang karyawan memiliki tiga anak, maka akan ada
tiga segmen anak terkait dengan satu segmen karyawan. Dalam sebuah database
hirarki hubungan orang tua-anak adalah satu ke banyak. Ini membatasi segmen
anak untuk memiliki hanya satu segmen orangtua. Hirarkis DBMS sangat populer
dari akhir 1960-an, dengan diperkenalkannya IBM Sistem
Informasi Manajemen (IMS) DBMS, melalui 1970-an.
Model Jaringan
Model Jaringan
Popularitas
model jaringan data bertepatan dengan popularitas model data hirarkis. Beberapa
data lebih alami dimodelkan dengan lebih dari satu orang tua per anak. Jadi,
model jaringan mengijinkan pemodelan hubungan banyak-ke-banyak data. Pada tahun
1971, Konferensi Data Systems Languages (CODASYL) secara
formal mendefinisikan model jaringan. Pemodelan data dasar membangun dalam
model jaringan mengatur membangun. Satu set terdiri dari sebuah tipe record
pemilik, nama set, dan jenis catatan anggota. Seorang tipe record member bisa
memiliki peran dalam lebih dari satu set, maka konsep multiparent didukung.
Sebuah tipe record pemilik juga dapat menjadi anggota atau pemilik dalam
himpunan lain. Model data jaringan sederhana, dan jenis catatan link dan
persimpangan (catatan junction disebut oleh IDMS) mungkin ada, serta set antara
mereka. Dengan demikian, jaringan lengkap hubungan diwakili oleh set beberapa
berpasangan, dalam setiap mengatur beberapa tipe record (satu) adalah pemilik
(di ekor panah jaringan) dan satu atau lebih jenis catatan anggota (pada kepala
panah hubungan ). Model jaringan CODASYL didasarkan pada teori himpunan
matematika.
Model Relasional
Model Relasional
(RDBMS –
relasional database management system) Suatu database berdasarkan model
relasional yang dikembangkan oleh EF Codd. Sebuah database relasional
memungkinkan definisi struktur data, operasi penyimpanan dan pengambilan dan
kendala integritas. Dalam database data dan hubungan antara mereka diatur dalam
tabel. Sebuah tabel adalah kumpulan catatan dan setiap record dalam tabel
berisi bidang yang sama.
Bidang tertentu dapat ditunjuk sebagai tombol, yang berarti mencari nilai-nilai spesifik bidang yang akan menggunakan pengindexan untuk mempercepat mereka. Dimana field dalam dua tabel yang berbeda mengambil nilai dari set yang sama, join operasi dapat dilakukan untuk memilih arsip terkait dalam dua tabel dengan cara mencocokkan nilai-nilai dalam bidang-bidang. Sering kali, tetapi tidak selalu, kadang akan memiliki nama yang sama di kedua tabel. Sebagai contoh, sebuah “perintah” tabel mungkin berisi (pelanggan-ID, produk-code) pasangan dan “produk” tabel mungkin berisi (produk-kode, harga) pasangan sehingga untuk menghitung tagihan pelanggan diberikan kau akan jumlah harga dari semua produk yang dipesan oleh pelanggan bahwa dengan bergabung di bidang produk-kode dari dua tabel. Ini dapat diperpanjang untuk bergabung dengan berbagai tabel pada beberapa bidang. Karena hubungan hanya ditentukan pada waktu retreival, database relasional diklasifikasikan sebagai sistem manajemen database yang dinamis. Model Database Relasional didasarkan pada Aljabar Relational.
Object Model / Relational
Bidang tertentu dapat ditunjuk sebagai tombol, yang berarti mencari nilai-nilai spesifik bidang yang akan menggunakan pengindexan untuk mempercepat mereka. Dimana field dalam dua tabel yang berbeda mengambil nilai dari set yang sama, join operasi dapat dilakukan untuk memilih arsip terkait dalam dua tabel dengan cara mencocokkan nilai-nilai dalam bidang-bidang. Sering kali, tetapi tidak selalu, kadang akan memiliki nama yang sama di kedua tabel. Sebagai contoh, sebuah “perintah” tabel mungkin berisi (pelanggan-ID, produk-code) pasangan dan “produk” tabel mungkin berisi (produk-kode, harga) pasangan sehingga untuk menghitung tagihan pelanggan diberikan kau akan jumlah harga dari semua produk yang dipesan oleh pelanggan bahwa dengan bergabung di bidang produk-kode dari dua tabel. Ini dapat diperpanjang untuk bergabung dengan berbagai tabel pada beberapa bidang. Karena hubungan hanya ditentukan pada waktu retreival, database relasional diklasifikasikan sebagai sistem manajemen database yang dinamis. Model Database Relasional didasarkan pada Aljabar Relational.
Object Model / Relational
Obyek / sistem
manajemen database relasional (ORDBMSs) menambah kemampuan objek penyimpanan
baru dengan sistem relasional pada inti sistem informasi modern. Fasilitas baru
ini mengintegrasikan pengelolaan data menerjunkan tradisional, objek yang kompleks
seperti time-series dan data geospasial dan media biner beragam seperti audio,
video, gambar, dan applet. Dengan encapsulating metode dengan struktur data,
server ORDBMS dapat menjalankan pelengkapan operasi manipulasi dan data
analitis untuk mencari dan mengubah multimedia dan objek kompleks lainnya.
Object-Oriented Model
Obyek DBMSs
menambah fungsionalitas database untuk obyek bahasa pemrograman. Mereka membawa
lebih dari persistent storage obyek bahasa pemrograman. Objek DBMSs
memperpanjang semantik C, Smalltalk dan Java obyek bahasa pemrograman untuk
memberikan kemampuan pemrograman database dengan fitur lengkap, sementara tetap
mempertahankan kompatibilitas bahasa asli. Keuntungan utama dari pendekatan ini
adalah penyatuan pengembangan aplikasi dan database ke dalam suatu model data
mulus dan lingkungan bahasa. Akibatnya, aplikasi memerlukan kode kurang, lebih
banyak menggunakan pemodelan alami data, dan basis kode lebih mudah untuk
mempertahankan. Obyek pengembang dapat menulis aplikasi database lengkap dengan
jumlah sederhana upaya tambahan. Menurut Rao (1994),
“The object-oriented database (OODB) paradigma adalah kombinasi bahasa
pemrograman berorientasi objek (OOPL) sistem dan sistem persisten Kekuatan OODB
datang. Dari perlakuan mulus baik data persisten, ditemukan di database, dan
data sementara, seperti yang ditemukan dalam program mengeksekusi. ”
Berbeda dengan DBMS relasional dimana struktur data yang kompleks harus diratakan untuk masuk ke dalam tabel atau bergabung bersama-sama dari meja-meja untuk membentuk struktur dalam-memori, DBMSs objek tidak memiliki overhead kinerja untuk menyimpan atau mengambil web atau hirarki objek yang saling terkait . Ini pemetaan satu-ke-satu obyek bahasa pemrograman untuk objek database memiliki dua manfaat lebih dari pendekatan penyimpanan lain: ia menyediakan manajemen kinerja yang lebih tinggi objek, dan itu memungkinkan pengelolaan yang lebih baik dari keterkaitan yang kompleks antara objek. Hal ini membuat objek DBMSs lebih cocok untuk mendukung aplikasi seperti sistem keuangan risiko portofolio analisis, aplikasi layanan telekomunikasi, struktur dokumen world wide web, sistem desain dan manufaktur, dan sistem catatan pasien rumah sakit, yang memiliki hubungan yang kompleks antara data.
Berbeda dengan DBMS relasional dimana struktur data yang kompleks harus diratakan untuk masuk ke dalam tabel atau bergabung bersama-sama dari meja-meja untuk membentuk struktur dalam-memori, DBMSs objek tidak memiliki overhead kinerja untuk menyimpan atau mengambil web atau hirarki objek yang saling terkait . Ini pemetaan satu-ke-satu obyek bahasa pemrograman untuk objek database memiliki dua manfaat lebih dari pendekatan penyimpanan lain: ia menyediakan manajemen kinerja yang lebih tinggi objek, dan itu memungkinkan pengelolaan yang lebih baik dari keterkaitan yang kompleks antara objek. Hal ini membuat objek DBMSs lebih cocok untuk mendukung aplikasi seperti sistem keuangan risiko portofolio analisis, aplikasi layanan telekomunikasi, struktur dokumen world wide web, sistem desain dan manufaktur, dan sistem catatan pasien rumah sakit, yang memiliki hubungan yang kompleks antara data.
Semistructured Model
Dalam model data
semistructured, informasi yang biasanya dikaitkan dengan skema yang terkandung
dalam data, yang kadang-kadang disebut “ self-describing”. Dalam database
tersebut tidak ada pemisahan yang jelas antara data dan skema, dan sejauh yang
terstruktur tergantung pada aplikasi. Dalam beberapa bentuk data semistructured
tidak ada skema yang terpisah, di tempat lain itu ada tapi hanya tempat-tempat
kendala longgar pada data. Data semi-terstruktur secara alami dimodelkan dalam
hal grafik yang mengandung label yang memberikan semantik dengan struktur yang
mendasarinya. database tersebut menggolongkan kekuatan pemodelan ekstensi
terbaru database relasional datar, untuk database bersarang yang memungkinkan
bersarang (atau enkapsulasi) entitas, dan untuk objek database yang, di samping
itu, memungkinkan referensi siklik antara objek. Semistructured data baru-baru
ini muncul sebagai topik penting dari studi karena berbagai alasan. Pertama,
ada sumber data seperti Web, diperlakukan sebagai database tetapi yang tidak
dapat dibatasi oleh sebuah skema. Kedua, mungkin diinginkan untuk memiliki
format yang sangat fleksibel untuk pertukaran data antara database yang
berbeda. Ketiga, bahkan ketika berhadapan dengan data terstruktur, mungkin akan
membantu untuk melihatnya sebagai semistructured untuk tujuan browsing.
Assosiatif Model
Assosiatif Model
Model asosiatif
membagi hal-hal di dunia nyata tentang mana data akan direkam ke dalam Entitas,
Entitas merupakan hal yang diskrit, keberadaan independen. Sebuah keberadaan
entitas tidak bergantung pada hal-hal lain. Asosiasi hal-hal yang keberadaannya
bergantung pada satu atau lebih hal-hal lain, sehingga jika ada hal-hal
berhenti ada, maka hal itu sendiri tidak lagi ada atau menjadi tidak berarti. Database
asosiatif terdiri dari dua struktur data:
1. Satu set item, masing-masing memiliki pengenal unik, nama dan tipe.
1. Satu set item, masing-masing memiliki pengenal unik, nama dan tipe.
2. Satu set link, masing-masing memiliki
pengenal unik, bersama dengan pengidentifikasi unik dari tiga hal lain, yang
merupakan sumber sumber, kata kerja dan target dari fakta yang tercatat sekitar
sumber dalam database. Masing-masing dari tiga hal yang diidentifikasi oleh
kata kerja, sumber dan target dapat berupa link atau item.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN
A. Kelebihan data base :
Ø Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
Ø Terpeliharanya keselarasan data
Ø Data dapat dipakai secara bersama-sama
Ø Memudahkan penerapan standarisasi
Ø Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
Ø Terpeliharanya intergritas data
Ø Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan
data dari setiap aplikasi
Program / data independent
Program / data independent
B. Kekurangan
Ø Mahal dalam implementasinya
Ø Rumit/komplek
Ø Penanganan proses recovery & backup sulit
Ø Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi
departemen yang terkait
PERANAN DATABASE DALAM MASALAH PSIKOLOGI
Peranan data
base dalam maslaah psikologi sangat penting. Karena data base sangat membantu
dalam pengelolaan data psikologi. Di sisi laindata base sangat berperan untuk
pengorganisasian data dalam psikologi.
Sumber data:

Komentar
Posting Komentar