TUGAS 1

Rabu, 25 November yang lalu saya dan kelompok saya (saya, Arnindya Apriliana Nimara, Rifa Fachrunni, dan Wahyu Bhakti Nugroho) melakukan perjalanan ke Museum Bank Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota) untuk menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah Ilmu Budaya Dasar atau biasa disebut IBD.
Kami berangkat dari kost saya (Margonda Residence) pada pukul 11.30 siang. Rencana nya kami ingin menggunakan commuter line sebagai sarana transportasi menuju Museum Bank Indonesia. Kami menaiki commuter line di Stasiun UI menuju stasiun Jakarta Kota, tetapi sayangnya kami salah menaiki kereta.. kami malah menaiki kereta jurusan tanah abang. Setelah bertanya kepada salah satu penumpang akhirnya kami turun di Stasiun Duri dan melanjutkan perjalanan ke Museum menggunakan layanan Grabcar. Ternyata menaiki Grabcar tidak semahal yang saya kira, tarif dari St.Duri sampai ke Museum Bank Indonesia adalah Rp 15.000,-. Kami patungan Rp 5.000,- per orang.
Setelah itu sampailah kami di Museum Bank Indonesia. Mata kami semua langsung tertuju pada gedung museum yang megah, kokoh, dan memiliki desain arsitektur yang bersejarah dan mewah. Saya pikir tidak akan ada museum dengan desain menarik seperti ini, ternyata di wilayah Kota sangat banyak museum dengan desain arsitektur yang menarik mata.
Setelah terkagum-kagum dengan bangunan luar museum, kami pun memasuki museum. Semua pengunjung harus melalui security check untuk menjaga keamanan museum. Kami pun tidak diperkenankan untuk membawa tas, payung, makanan dan minuman, hewan peliharaan, dan lain lain. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kelestarian, dan keamanan museum. Pada hari itu pengunjung tidak terlalu banyak. Mayoritas pengunjung Museum Bank Indonesia adalah para pelajar dan mahasiswa.
Tiket Masuk
Harga tiket masuk Museum Bank Indonesia menurut saya sangatlah murah, yaitu Rp 5.000,- menurut saya harga tiket nya sangat sebanding dengan view dan pengetahuan yang kita dapatkan di dalam museum. Setelah mengetahui harga tiket yang relatif murah, kami semua jadi ingin menjelajah ke museum museum lainnya yang ada di Indonesia.
Waktu Kunjungan
Selasa - Jumat : 08.00 - 15.30 WIB
Sabtu - Minggu : 08.00 - 16.00 WIB
Senin & Hari Libur Nasional Tutup

Setelah membeli tiket masuk dan menitipkan tas kami, kami mulai memasuki bagian museum. Pertama kita akan menemui suatu ruang yang bernama kamar transisi. Sebelum memasuki kamar transisi terdapat tirai besar dan megah yang kita lalui, itulah tanda kita telah memasuki ruang transisi/play motion. Ruangan ini menerapkan teknologi hologram tinggi dengan desain koin koin terbang. Dari sini saja saya sudah sangat tertarik untuk menjelajahi museum bertema ekonomi ini.


Selanjutnya kita akan dituntun oleh lorong kecil menuju ke ruang teater yang berukuran kecil. Sayangnya saat kami kesini sedang tidak ada pemutaran film.

gbr. jadwal pemutaran film

Selanjutnya kita memasuki ruang pra-bank indonesia. Ruangan ini menceritakan banyak aktivitas perdagangan selama pra-eropa mendarat di Indonesia, dimana rempah-rempah indonesia ini sudah ber abad abad terkenal dan dengan bantuan para pedagang arab rempah-rempah kita disalurkan sampai ke Venesia hingga Eropa. Sehingga rempah-rempah ini senilai dengan harga emas dan inilah yang mendorong para pelayar dari Eropa berloma-lomba datang ke Indonesia untuk menguasai komoditas utama bangsa ini dan dari sanalah cikal bakal lahirnya perbankan di Indonesia.




Selanjutnya kami ke ruang pengantar sejarah Bank Indonesia dimana ada beberapa foto-foto penjelajah dunia yang pernah singgah di Indonesia yaitu;

A. Marcopolo
B. Laksamana Cheng Ho
C. Juan Sebastian Del Cano
D. Alfonso d'Albuquerque 
E. Cornelis de Houtman
F. Sir Henry Midellton












 Informasi tentang perkembangan Bank Indonesia ini dapat diakses melalui mesin informasi ber-touchscreen dan macam-macam diorama tiga dimensi yang benar-benar menggambarkan keadaan saat itu hingga masa dimana negeri ini mengalami krisis moneter sehingga banyaknya pemilik uang yang dalam waktu bersamaan menarik dananya se-segera mungkin yang dituangkan dalam hiruk pikuknya petugas BI mengangkat telepon.





Lalu kita ke serambi samping Bank Indonesia. Serambi ini masih sangat terawat sampai saat ini. Dari panel-panel pintu yang menggunakan kayu jati sampai material penutup lantai.
Setelah dari serambi kita melanjutkan perjalanan, sampai mata kami tertuju pada ruang penyimpanan emas. Walaupun ini replika, tetapi sangat terlihat seperti asli lhooo. Kami pun banyak mengambil foto dan selfie di ruangan ini karena konsep ruangan yang sangat menarik.






Selanjutnya kita memasuki ruang Numismatik. Disini kita akan menemukan informasi tentang sejarah numismatik dan mata uang Indonesia melalui booth multimedia. Kita dapat melihat uang uang jaman dahulu menggunakan bantuan kaca pembesar. Nah setelah dari sini kita ke kios cinderamata. Disini kita dapat membeli merchandise merchandise yang berhubungan dengan Museum Bank Indonesia, harga barang-barangnya termasuk murah sehingga kita bisa membeli banyak cindera mata untuk dibawa pulang.

Itulah perjalanan kami di Museum Bank Indonesia, setelah keluar dari toko cindera mata kami meminta tolong kepada Mas-mas engineering untuk mem-fotokan kami. Inilah foto kami



Terimakasih telah membaca perjalanan Museum Bank Indonesia kami :)
 http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/tugas/index

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2PA04-Tugas 2-Kelompok 6-Penelitian Psikologi dan Internet

FORTOFOLIO 1