FORTOFOLIO 2

Percintaan Remaja
            Remaja zaman sekarang ternyata sudah mengenal cinta. Bajkan anak-anak pun sekarang sudah mengenal cinta. Dahulu aku belum mengerti tentang cinta. Dahulu dipikiranku cinta itu menyakitkan dan sering membuat orang lain frustasi karena cinta. Tetapi semenjak aku duduk di kelas dua SMP aku mulai mengerti tentang cinta. Ternyata cinta itu indah dan tidak seperti yang kubayangkan dahulu.
            Saat aku kelas dua SMP aku mulai tertarik untuk berpacaran. Aku tertarik pada adik kelasku. Perempuan itu cantik, manis, baik, ramah, dan pandai. Maka itu aku tertarik padanya. Setelah aku pendekatan kepadanya, ternyata dia meresponnya dengan baik. Aku semakin mendekatinya dan sering sms-an dengannya. Hari demi hari telah berlalu dan kedekatan ku dengannya pun semakin dekat. Akhirnya suatu malam aku memberanikan diri untuk menyatakan cintaku via sms. Saat mengirim pesan itu aku sangat pesimis karena aku tahu aku masih banyak kekurangan. Dalam benakku aku tahu dia akan menjawab menolakku. Tapi ternyata dia membalasnya “Ya ka, aku terima.” Disaat itu hatiku senang sekali.
            Keesokan harinya aku bertemu dia disekolah. Saat melihatnya sungguh aku tersipu malu. Mungkin karena aku baru pertama kali pacaran. Hubunganku berjalan dengan baik. Kami berdua saling mengerti satu sama lain. Disaat itu aku lebih menyayanginya.
            Hari demi hari berganti hubungan kami semakin dekat. Bahkan kami  pun sudah tidak mengungkiri hubungan kami lagi kepada teman-teman kami.
            Saat dekat dengannya sungguh hatiku merasa tenang. Aku berharap hubungan ini akan langgeng mungkin hingga kami menikah. Namanya juga pertama kali pacaran pikirannya ya pasti seperti itu.
            Namun sayang baru satu bulan berpacaran kami sudah putus. Yang memutuskannya pacarku. Dia memutuskan aku karena aku cuek kepadanya. Ya, mau bagaiman lagi itu sudah keputusannya.
            Setelah putus aku memutuskan tidak akan pacaran lagi. Karena aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti teman-temanku. Mereka berpacaran hingga melanggar batas. Hampir semua teman-temanku sudah pernah berciuman dengan pacar mereka masing-masing. Bahkan ada satu temanku yang sudah hamil karena pacarnya. Temanku langsung meminta pertanggung jawaban kepada pacarnya. Namun orang tua pacarnya berkata “Tunggu tiga tahun lagi sampai anak saya lulus SMA.” Namun tidak mau menunggu selama itu. Perutnya semakin membesar dan dia mulai malu dengan kehamilannya. Akhirnya dia menggugurkan kandungan itu. Itulah mengapa aku memutuskan tidak ingin berpacaran lagi.
            Hari demi hari kulewati sendiri tanpa ada yang menemani. Ya begitulah rasanya tidak memiliki pacar tapi aku beruntung karena aku masih punya teman-teman. Bagiku teman itu lebih berarti dari pada pacar.
            Kenaikan kelas telah tiba. Saat menunggu hasil kenaikan kelas  tiba aku berpikir apakah aku akan naik ke kelas tiga. Tapi aku berpikir optimis pasti aku naik. Setelah melihat hasilnya aku senang karena aku naik ke kelas tiga dengan peringkat kedua di kelas.
            Saat masuk di kelas tiga aku memiliki teman-teman baru dan pasti memiliki pengalaman baru. Aku pun bertemu dengan teman baruku Sarah dan Nur. Aku menjalani hariku dengan mereka. Mereka adalah teman yang baik. Mereka sangat pengertian kepadaku. Akhirnya kami menjalin persahabatan kami.
            Satu bulan sudah kulewati hariku di sekolah dengan mereka. Namun aku bingung ada suatu perasaan sayang kepada Sarah yang lebih dari sayang kepada seorang sahabat. Tapi aku berfikir seandainya aku mengatakan perasaan itu aku takut Sarah akan mejauh dariku.
            Dua minggu sudah aku menahan perasaan ini. Akhirnya aku memberanikan diri mengatakan perasaanku ini kepadanya. Tapi aku tidak mau menembaknya. Aku berkata “Sar, aku sayang sama kamu. Aku tidak tahu mengapa perasaan sayang ini datang.” Dia menjawab “Ya sudah aku hargai perasaanmu karena semua orang berhak untuk mencintai.”
            Setelah aku mengatakan  hal itu ternyata hal yang kutakuti tidak terjadi. Bahkan hal yang terjadi adalah kebalikannya Sarah semakin dekat denganku hingga saat ini.
            Tiga bulan sudah aku di kelas tiga. Aku dan Sarah pun semakin dekat. Perasaan sayangku kini sudah menjadi cinta. Namun aku menahannya karena aku ingin menjadi sahaba saja. Disaat libur aku, Sarah dan teman-teman pergi untuk menonton bioskop. Aku duduk disebelah Sarah. Kami menonton film horror. Disaat Sarah takut ia memelukku aku pun terkejut. Tapi tak apalah aku kan sahabatnya. Setelah menonton film kami langsung pulang. Tapi saat diperjalanan pulang perasaan cintaku kepada Sarah semakin besar.
            Dimalam hari perasaan itu masih mengusikku. Akhirnya aku mengirim pesan padanya yang berisi “Sar, setiap dekat denganmu aku merasa tenang. Dan semakin hari aku semakin sayang padamu.” Lalu dia membalas “Nu, I know. W tau kok. Gue hargain perasaan lo. Yaudah dari pada kaya gini mending kita HTS-an aja.” Disaat membaca pesan itu hatiku terkejut, senang, tidak menyangka dan lain-lain bercampur jadi satu. Walupun hanya HTS (Hubungan Tanpa Status) tak apalah yang penting aku bisa lebih dekat dengannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2PA04-Tugas 2-Kelompok 6-Penelitian Psikologi dan Internet

FORTOFOLIO 1