Tugas IAD 2
Asal
Mula Kehidupan di Bumi
I. Pendahuluan
Bumi ini dahulu kala
terbentuk dalam keadaan yang sangat panas dan dalam keadaan pijar secara
berlahan – lahan bumi menjadi lebih kondensasi atau menjadi lebih dingin
sehingga menjadi suatu saat terbentuk kerak bumi. Bagian bumi yang berbentuk
cair membentuk samudra atau hidrosfer , bagian yang bertugas disebut atmosfer ,
dan bagian yang berbentuk padat disebut litosfer. Pda saat ini kulit bumi
tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup kita sebut sebagai biosfer.
Maka pertanyaan yang timbul dibumi adalah darimana dan kapan kah mahluk-makhluk
hidup itu datang atau timbul di bumi ini?Bagaiman pula ia dapat menjadi begitu
banyak dan beraneka ragam?Bahkan pertanyaan sampai kepada asal usul manusia,
benarkah manusia berasal dari monyet?
Sejak berabad-abad
yang lalu hingga sekarang asal usul kehidupan di bumi menjadi bahan perdebatan
, sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan. Misalnya seperti pertanyaan manakah
diantara telur ayam yang lebih dulu ada. Pertanyaan ini sepele tetapi sangat
sulit dijawab.Jika ayam lebih dulu ada, berarti kehidupan dimulai dari tahap
dewasa kemudian ayam harus menemukan pasangan hidup agar mampu bertelur.Dan
jika telur lebih dulu ada, berarti semua makhluk hidup berasal dari telur atau
semacamnya kemudian tumbuh dan dewasa.Namun, dari manakah telur berasal jika
tidak ada ayam? Bagaimana bias tercipta ayam jika tidak berasal dari telur?
Kedua pertanyaan ini sama dengan pertanyaan “ Dari manakah asal usul kehidupan
dan bagaimanakah kehidupan terjadi?”. Banyak teori yang dikemukakan oleh para
ahli biologi tentang asal usul kehidupan, tetapi hingga saat ini pun belum ada
jawaban yang memuaskan.Teori tentang asal usul kehidupan yang pernah berkembang
di antaranya teori abiogenesis, teori biogenesis, teori cosmozonic, teori
penciptaan, teori evolusi kimia.
Dalam mempelajari
makhluk hidup secara menyeluruh harus lah dipelajari dahulu ciri-ciri hidup
yang tidak tertentu tergantung pada waktu dan ruang.Pertanyaan mengenai Apakah
hidup itu? Bagaiman mahluk hidup tercipta pada masa lalu ?bagaimana kehidupan
itu terjadi pada makhluk hidup sekarang ini? Bagaimana asal usul hidup
itu?Apakah perbedaan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus dijawab terlebih dahulu walaupun sulit
Suatu benda dikatakan
benda hidup atau makhluk hidup apabila memiliki ciri-ciri hidup. Kriteria hidup
itu adalah sebagai berikut:
a. Metabolisme
Metabolisme atau
pertukaran zat artinya ada zat yang masuk pengambilan makanan ) dan yang keluar
(respirasi/pernapasan). semua makhluk hidup melakukan proses kimia yang kita
namakan
metabolisme(yunani:metabole=perubahan).
b.Pertumbuhan
Makhluk hidup mampu mengalami
pertumbuhan , artinya semula kecil kemudian bertambah besar karena pertambahan
dari dalam.Tumbuh karena peningkatan masa sel ,dapat terjadi karena ukuran sel
menjadi bertambah besar atau karena pertambahan jumlah sel atau kedua-duanya.
Pada makhluk tak hidup tidak ada pertumbuhan .
c. Reproduksi
Reproduksi atau berkembang biak artinya semula
jumlahnya sedikit ,keudian jumlah itu menjadi banyak. Proses reproduksi pada
bentuk sederhana adalah pembelahan sel, yakni pembelahan satu individu menjadi
dua. Pada perkembangan lebih lanjut, reproduksi menyangkut pembentukan sel-sel
telur dan sperma yang menyatu menjadi baru.Pada beberapa makhluk hidup terjadi
meta genesis, dimana zigot tidak langsung menjadi individu dewasa, tetapi
melalui fase-fase turunan generatif dan vegetatif dan aseksual .
d.
Iritabilita
Makhluk hidup memiliki iritabilita atau
kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu ,
tanggapan ini berguna bagi keselamatan hidupnya. Rangsangan datang dapat berupa
fisik dan kimia disekitarnya misalnya cahaya ,suhu tekanan , suara ,perubahan
komposisi kimiawi dari tanah .air dan sebagainya. Pada prinsipnya semua makhluk
hidup bik tingkat rendah maupun tingkat tinggi memberi tanggapan atau peka
terhadap rangsangan.
e. Gerak
Makhluk hidup mengadakan gerak.Gerakan
pada kebanyakan hewanb terlihat dengan jelas, tetapi pada tumbuhan kurang jelas
dan lambat. Bergerak aktif merupakan salah kriteria hidup yang tidak mutlak .
Hal ini ada beberapa makhluk hidup sama sekali tidak menunjukan gerak , tetapi
memiliki kritteria keempat hal yang telah disebutkan diatas misalnya,plasmodium
yang ada di dalam darah penderiota tidak bergerak sama sekali ,perpindahannya
keberbagai bagian tubuh karena hanya mengikuti aliran darah manusia saja.
f. Adaptasi
Kemampuan makhluk
hidup untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya adalah merupakan
ciri yang memungkinkan makhluk hidup bertahan pada lingkungan yang terus
berubah.Setiap spesies makhluk hidup menyesuaikan diri denagn mencari
lingkungan yang cocok dengan lingkungannya. Adaptasi dapat berupa
perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat atau lambat.
II. Teori Asal Usul Kehidupan
1.
Teori Cosmozoa
Teori ini mengatakan bahwa makhluk
hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Asumsi yang mendasari
teori ini adalah (a) benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam
alam semesta ini, (b) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antar
benda angkasa ke bumi.
2.
Teori Pfsuger
Teori ini mengatakan bahwa bumi
berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali, kemudian dari bahan itu
mengandung karbon dan nitrogen berbentuk senyawa cyanogens (CN), dimana senyawa
tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya berbentuk
zat protein sebagai pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
3.
Teori Moore
Mengatakan bahwa makhluk hidup
dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi
mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang
labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah makhluk hidup.
4.
Teori Allen
Mengatakan bahwa pada saat keadaan
fisik bumi ini seperti keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi, yaitu reaksi
yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan
menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi. Interaksi antara nitrogen,
karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan
membentuk zat-zat yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.
5.
Teori Transedental atau Penciptaan
Merupakan jawaban secara religi
bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Yang Maha Kuasa di
luar jangkauan sains.
6.
Teori Abiogenesis atau Generatio
Spontanea
Teori ini dikemukakan oleh seorang
ilmuwan yang bernama Aristoteles, dia mengatakan bahwa makhluk hidup terjadi
secara spontan. Hal tersebut berdasarkan pengamatan seperti cacing berasal dari
lumpur, ulat berasal dari daging yang membusuk.
7.
Teori Fransisco Redi (1626-1697)
Redi pernah melakukan eksperimen
menggunakan keratan daging segar yang dimasukkan ke dalam labu-labu/
gelas-gelas yang sebagian dibiarkan terbuka dan yang lainnya ditutup rapat. Setelah
beberapa hari diamati, gelas yang terbuka dihinggapi lalat dan lalat tersebut
kemudian bertelur di sana. Akhirnya muncullah ulat-ulat pada daging yang mulai
membusuk pada gelas tanpa tutup tersebut. Sebaliknya gelas yang ditutup rapat
tidak ditemukan adanya ulat/ kesimpulan yang dapat diambil adalah asal mula
kehidupan dari teluromne vivum ex ovo.
8.
Percobaan Lazzaro Spalanzani (1729-1799)
Dia melakukan eksperimen dengan
menggunakan air kaldu yang dimasukkan dalam tabung reaksi dengan perlakuan yang
berbeda-beda. Dalam tabung reaksi I diisi air kaldu dan ditutup rapat-rapat
kemudian disimpan. Tabung reaksi II diisi kaldu, dipanaskan ± 15 menit, ditutup
rapat kemudian disimpan. Tabung raksi III diisi air kaldu terus dipanaskan ± 15
menit kemudian disimpan tanpa diberi tutup. Setelah beberapa hari diamati
ternyata tabung reaksi I dan III dijumpai ada jasad renik/kehidupan. Kesimpulan
yang dapat diambil adalah bahwa adanya telur harus ada jasad renik dulu
atau omne ovum ex vivo.
9.
Teori Biogenesis
Dikemukakan oleh Louis Pasteur
(1822-1895) yang melakukan eksperimen dengan menggunakan air kaldu dengan
labunya yang berbentuk leher angsa. Kesimpulan dari eksperimennya adalah
kehidupan yang terjadi karena adanya kehidupan sebelumnya, dan segala sesuatu
yang hidup berasal dari telur atau omne vivum ex ovo, omne ex
vivo. Adanya teori Biogenesis menggugurkan teori Abiogenesis.
10.
Harold urey (1893)
Berpendapat bahwa atmosfer di bumi
suatu saat kaya akan zat-zat kimia seperti CH4 (Metana),
NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang bersama-sama uap air akan
bereaksi dengan sinar kosmis dan loncatan-loncatan/ kilatan-kilatan listrik
alam (petir) dapat membentuk senyawa protein yang merupakan komponen dasar dari
makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai
organisme.
11.
Oparin
Pada tahun 1924 mempublikasikan
pendapatnya tentang asal mula kehidupan, namun kurang diterima ahli-ahli lain.
Akan tetapi setelah diterbitkan ke dalam berbagai bahasa pada tahun 1936
barulah mendapat tanggapan. Pada saat yang hampir bersamaan secara terpisah
I.B.S Haldane juga mengemukakan pendapat yang serupa dengan Oparin. Rangkuman
pendapat mereka sebagai berikut : “Jasad hidup terbentuk dari senyawa-senyawa
kimiawi dalam laut pada masa atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas (O2),
asam amino sederhana, purine, pirimidin, golongan gula; kemudian terbentuk juga
senyawa-senyawa polipeptida, asam polinukleat, polisakarida yang terbentuk
dengan bantuan sinar ultraviolet, petir dan sinar radiasi. Jasad hidup yang
pertama disebut protobiont diperkirakan hidup di dalam laut 5-10 m di bawah
permukaan laut, karena di tempat itulah mereka akan terlindungi dari sinar
ultraviolet intensitas tinggi dari matahari. Baru setelah jasad hidup itu
berkembang lebih sempurna dan mampu untuk memproduksi oksigen, kemudian lama
kelamaan kehidupan merayap ke pantai-pantai dan terakhir memenuhi daratan.”
12.
Stanley L. Miller (1953)
Mengadakan percobaan dengan
bunga-bunga api listrik dan sumber listrik bertegangan tinggi ke suatu saluran
yang di dalamnya terdapat larutan uap yang mengandung metana, amoniak, dan
nitrogen. Dari percobaan itu terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam
amino dan deoksiribosa serta asam nukleat. Ini semua merupakan senyawa-senyawa
dasar yang biasanya ditemukan pada setiap jasad hidup. Kesimpulan percobaan ini
adalah : kehidupan ada karena kehidupan sebelumnya, unsur yang paling banyak
dalam makhluk hidup adalah oksigen, persenyawaan yang terbanyak dalam makhluk
hidup adalah air.
III.
Perbedaan
antara teori Abiogenesis dan Biogenesis
Abiogenesis menyatakan bahwa asal
usul kehidupan adalah karena bahan tak hidup lain, atau merupakan mekanisme
spontan, sedangkan biogenesis mengungkapkan bahwa asal usul kehidupan adalah
karena organisme hidup lain yang sudah ada sebelumnya atau sel.
Abiogenesis gagal membuktikan secara
eksperimental sementara biogenesis itu dibuktikan secara eksperimen oleh banyak
ilmuwan.
Komentar
Posting Komentar